kebelet ngising ternyata tak sepele maandag, oktober 12, 2009
Sesuatu yang beraroma terburu buru pastinya akan kacau balau. Ini bukan sebuah rumus yang pernah ditemukan oleh ilmuwan ilmuwati jaman tahun kaplak, namun memang benar adanya.
Beberapa siang lalu sebuah kejadian dengan nada serupa secara tak sengaja saya alami. Hasilnya adalah wang weng wang weng misah misuh dan mengumpat diri sendiri.
Seperti biasa, acara bangun kesiangan adalah hobi yang dianugerahkan ke saya. Nglilir sambil meraih hengpon kok ada tulisan, “alarm ditunda”. Lha wedus ternyata sudah jam 8.43 sedangkan waktu kerja di bulan puasa kemarin diajukan ke jam 8.00 tanpa persetujuan saya. Jawaban yang tersedia adalah: MODAR MATIO…!!
Tetapi easy nda.. nyante wae jam kerja di pabrik lumrahnya tetap jam 9.00 brarti saya belum telat.
Bisakah 17 menit tepat waktu sampai pabrik dari kontrakan saya di Brickstone River City..? PEKOK kalo saya jawab bisa.
Saya ada target kerjaan hariaan yang saya atur sendiri dan saya operatori sendiri. Hal inilah yang membuat saya agak sedikit lega, namun kebetulan ada janjian yang musti saya beresin pagi.
Demi tersuksesnya acara janjian tersebut maka saya dengan gedandapan ria mengambil handuk dan segeralah mbrangkang ke kamar mandi.
Byar byur byar byur ketok pantes rodo teles segeralah saya hijrah ke pabrik.
Singkat cerita acara tersebut sukses terlaksana, dan selanjutnya diteruskan dengan ngobrol ngalor ngidul sinambi checklist pekerjaan.
Namun apa dikata, terburu buru adus dan melupakan acara ‘anak nongkrong’ berimbas di siang itu. KEBELET NGISING hinggap dengan mesra saat itu. Pada awalnya masih bisa di tahan , tapi lama lama serasa ngganduli mau jebrol babaran tai.
“Bos, WC bisa dipake nggak..?”, sapa saya ke pelaksana hand over yang giat meng HO sesuai target kejar tayang lebaran.
“Ah gila aja lu, sekarang mau diserah terimain nih.”, tukasnya.
"di pos..?", Tanya saya lagi.
“Tau tuh coba aja, kemarin sih airnya masih trobel, gua udah minta ke si A*** siapa tau sudah jadi, gua belum cek.”
Tanpa basa basi saya menuju tangga darurat, naik 3 lantai ke lt 56. Benar benar lewat tangga karena klep manipol silit ini seperti tak sabar membuka. Mau nunggu lift servis pasti lama, sedang lift privat tidak bisa karena pos berada di unit yang berbeda.
Sesampai di pos lhaaa tenan wong ME ngajak gelut. Ternyata belum diberesin. Panik mulai mampir dengan mesra.. PIYE JAAALLL..???
Tanpa pikir panjang saya berupaya untuk ngising di mall, karena yang feasible untuk di isingi adalah di sana, aken tetapi.. semakin saya panik semakin mintip mintip pulalah silit ini. Lift terasa lama sampai di lobby lt 11. Saya sambil lalu tak begitu mendengar sapaan penuh ece ecean anak anak reception lobby. Perjalanan saya masih jauh, turun dengan lift ke lt 1, lantai yang sepi pengunjung WC, dan dari lobby lift ke WC itu sendiri.
Begitu sampai dengan gedandapan pula masuk ke bilik pertaian. One more step, ucul ucul kathok disambi njagong di closet.
Sret sret..!! bajinggaaannn…!!! celana serasa susah lepas.. sempakpun saya tarik secara dirapel dengan celana jins
Perjalanan jins masih setengah dengkul dan sempak setengah paha, langsung saya duduk..
LHOOOOOOOOOOOO…….!!!!!!!!!!!!!!! Begitu njangong secara tak sadar si junior malah mulai nguyuh dengan bersahaja dan gagahnya. Cilakanya, beliau ini kopat kapit malah mlengsye gara gara gedandapan tadi dan ndas lele picek nya belum bebas gemandhul melainkan masih semeleh di kolor..
KEREEEEEEEEEEE…!!! Dasar piceeeekk…!! nguyuhnya seperti jetpump..!!
Klesat klesot mendorong sempak tak membuahkan hasil sesuai harapan.. toh sudah teles kebes. Berusaha ngempet tak berhasil karena bokong mulai ngebom.. pasrah sudah… begitu terlepas dari sanggaan kolor, beliau ini malah jatuh mak pluk di bibir bidet.. bajilakkk..!! njagongku kurang mundur..!! niscaya uyuh pun mengalir ke kempol..
Acara ngising pun bertambah dengan umbah umbah sempak dengan pancuran air ecowasher. Telo tenan.. Untung pake jins jadi nggak begitu ngeplek
Pesan moral cerita ini: kuasailah sepenuhnya diri anda sendiri ketika anda kebelet ngising dan jangan panik meskipun kebelet sak pol e.
tememplek by endik kurang luwih jam
9:32 PM,
>
,
dipun link kaliyan postingan menika
bosan ne zaterdag, augustus 22, 2009
terlalu memaksakan kehendak itu belum tentu tidak baik.
tergantung konteksnya.
terlalu memaksakan nafsu itu juga belum tentu tidak baik
semua tergantung konteksnya.
bila dahulu bukan manusia yang mengisi dunia tetapi malaikat, bisa nggak terpikirkan seperti apa dunia ini. lebat nggak karuan malah. karena mereka nggak punya nafsu, jangankan birahi, nafsu untuk menebang pohon dan membuat sebuah lingkungan binaan bisa jadi nggak ada.
beberapa waktu lalu saya terlalu bernafsu untuk melangkah jauh dalam karir. memaksa overtaking untuk hal hal yang tercecer dan abu abu.
semua bisa di handel bila ada yang menghandel. sengketa sengketa pekerjaan bisa diselesaikan bila ada yang mau menyelesaikan.
sekarang OVERLOAD
MAMPUUUSSS...!!!
CUTI YO ORA NYAMAN..
BEJO PLEXI KU ILANG
TAPI RA NGARUH
GSM WIS DADI PUBLIK SPACE KANGGO KULANUWUN
NDASKU NGELU
ITIL
Perfomance appraisal nggak ada pengaruh yang signifikan. orang tahunya saya ada di level yang seharusnya ada di 2 tingkatan jabatan dari jabatan saya sekarang.
LHA NDASMU SEMPLAK
komplinan yang disampaikan gak relevan apa yang seharusnya saya dapat. belum lagi entertaint yang musti saya hutangin dahulu.
fiuuuhhh...
saya mulai bosen. ada pandangan job gak..? ato borongan rumah..?
tememplek by endik kurang luwih jam
11:23 PM,
>
,
dipun link kaliyan postingan menika
wanita, the truly manager woensdag, april 22, 2009
Saat ini saya masih terjaga seperti biasanya. Cuma saya sedang memikirkan sesuatu yang mungkin anda pernah pikirkan. Saat mencoba resting pikiran, sambil mereguk kopi dan sebatang tembakau, sembari menikmati dinginnya udara malam setelah segar diguyur hujan tadi sore, masih berkabut dan lumayan sejuk. Sengaja dari tadi winamp saya aktifkan untuk melantunkan lagu lagu yang soft, supaya sedikit membantu slowing down laju roda roda gigi di otak. Secara kebetulan karena suffle mode saya on kan, terdengar lagu manis dari Karyn White, superwoman. Entah karena pikiran lagi kosong, syair lagu menjadi terasa masuk mengisi pikiran, secara tak sadar pula saya mencerna bait demi bait, kata demi kata.
Yah lagu itu seperti sebuah ungkapan emosi dan mungkin juga dapat dikatakan sebuah upaya untuk tegar kalau tidak mau dikatakan sebuah counter back argumentasi, pembelaan diri. Saya tidak mau mengapresiasi lagu itu, silakan anda dengar dan resapi sendiri, sense of meaning saya beda dengan anda, seni dan apresiasi itu subyektif sekali.
Saya mencoba berpikir yang logis saja. Apa yang diceritakan si Karyn ada benarnya juga, sering kali saya dengar dan lihat sendiri, masih ada pendapat persons, pria tentunya, yang menganggap peran seorang wanita tak lebih dari pelengkap saja. Benarkah demikian..?
Sekali lagi pendapat bisa berbeda. Tapi mari kita sedikit berhitung. Taruh kata acara pagi istri anda. Pagi benar ia harus bangun, untuk mencuci baju, memasak untuk sarapan anda. Kalau anda sudah memiliki buah hati, belum selesai ia menghidangkan makanan untuk sarapan, si buyung mulai ribut entah terbangun entah ngompol atau kenapa,terpaksalah harus mengecilkan api kompor untuk mengatur timing antara kegiatan dapur dengan acara menenangkan si buyung tidak berbenturan. Seteah selesai kembali ke dapur atau si upik sudah perlu dibangunkan supaya ia bisa mempersiapkan diri untuk sekolah..? Ketika semua tadi sudah running, istri anda harus mengambil sapu dan mulai membersihkan istana anda, belum usai acara menyapu, si upik kembali membuat acara baru dengan menunda kegiatan makannya, entah minta disuapi atau ia sedang tidak berselera, padahal ia harus segera berangkat sekolah supaya tidak terlambat. Setelah semuanya clear, ia meneruskan menjadi cleaning service pribadi anda, meneruskan acara menyapu atau mulai melanjutkan dengan acara membereskan pasca sarapan. Mulai menyimpan masakan yang tersisa, membersihkan meja makan, mencuci piring. Fiuuhhh… everything’s done. Take a rest time. Ups.. kalau istri anda seorang pekerja pula seperti anda..? bagaimana dengan timing tadi..? lebih majukan…? Atau bila istri anda pekerja dengan shift, misalkan di pabrik, dan shift dimulai per jam 6 pagi..? seberapa hebatkah kecekatan yang diperlukan..?
Dalam rutinitas sehari hari sedikit salah timing atau ada hal yang diluar dugaan berakibat mengacau jadwal yang telah seakan akan terbentuk, kekacauan yang berimbas pada keterbatasan waktu pasti mengorbankan beberapa item, terlewat atau tidak sempat. Sama dengan rutinitas pagi tadi, meskipun sebuah rutinitas, namun apa yang dihadapi tiap pagi tidaklah sama. Misalkan karena si buyung ngompol dan ia harus segera dibersihkan, namun karena terburu buru menyambangi jadi kelupaan untuk tidak mengecilkan kompor, mungkin pada saat menyapu disambi dengan memasak misalnya dan pecah tangisan si buyung tadi yang meminta prioritas dan urgensi yang lebih untuk diperhatikan. Alhasil sarapan anda menjadi berantakan, gara gara gosong. Andalah yang menerima konsekuensinya. Anda mungkin diam karena menyadarinya, tapi mungkin ada juga di antara anda yang entah mengerti atau tidak pangkal permasalahannya, tiba tiba marah marah karena tidak jadi sarapan. Ngamuk nggak karuan sampai mungkin mendiamkan istri anda. Haahhh… Sepele saja sebenarnya.
bagaimana bila si upik tiba tiba sakit, padahal semalam ia baik baik saja, jadwal menjadi lebih padat karena si upik membutuhkan ekstra perhatian lebih dari biasanya. Secara naluriah saja.
Jika anda..? anda cukup bangun karena dibangunkan atau alarm, lalu tengak tengok mencari nyawa, lalu beranjak ke kamar mandi atau, “sayang, kopiku mana..?”.
Anda cukup duduk di kursi meja makan setelah istri anda memanggil, ”mas.. sarapan dulu..”. lalu setelah selesai dengan sarapan baru memonitor, “sayang, si buyung masih tidur..? si upik sudah bangun belum..?”
Setelah mendapat laporan barulah, “oke sayang, aku berangkat dulu ya, baik baik dirumah. Cium dulu sini.. clup :-*”, atau mungkin malah dengan embel embel, ”ntar masakin lauk kesukaanku ya..”
Haha.. simple banget ya.. dari sepenggal cerita ini benarkah begitu adanya peran pelengkap itu..? justru sesuatu yang behind the screen itu lebih rumit, berat dan beresiko dari everything that shown on the screen..?
Mungkin seperti berikut ini padanan posisi anda berdua tentunya secara fungsional di dalam kerajaan anda. Anda adalah direktur keluarga dan isri adalah manajernya. Direktur adalah direktur, seorang owner of control. Yang mendedikasikan arah kemana sebuah company mau dijalankan. Bikin strategi lalu tau beres. Tetapi jangan lupa manajer itu mempunyai banyak fungsi, dari operasional, procurement, housekeeping, marketing hingga general affair. Owner of the operation. Atau bisa juga anda adalah presiden dan istri anda perdana mentrinya. Atau mungkin Leader dan deputy, dan masih banyak lagi padanannya.
Terus terang saya sendiri mengakui dengan sejujur jujurnya, bahwa saya tidak mampu untuk melakukan yang seperti di atas. Ini bukan pesimistis atau kalah sebelum perang. Tapi memang benar adanya. Terlalu rumit dan berat. Saya lebih memilih kerja fisik namun fokus di satu target selama jam normal ditambah lembur.
Hehe.. saya pernah dikasih Paman Tyo sebuah buku, why man can doing anything and woman cannot stop talking. Semua berbalik di posisi masing masing, dari fungsi secara alamiah hingga porsi untuk kemampuan melakukan sesuatu hal. Wanita dan pria memang berbeda, hampir bisa dikatakan berkebalikan. Ibarat kata, penjodohannya adalah untuk menyempurnakan. Haha.. seperti yin yang kali ya..
sebagaimana legenda, wanita adalah sebuah tulang rusuk pria yang hilang. Terus bagaimana dengan yang istrinya nyampe 3 orang..? apa tulang rusuk si pria hilang 3 biji..? ah entahlah..
Saya tak habis fikir dengan rata rata keinginan yang diatas namakan pubertas kedua. Entah selingkuh, ‘Cuma main main saja’, iseng, atau ‘ganti suasana’. Saya memang belum mengalaminya. Dan saya nggak mau munafik dengan mengatakan ‘nggak akan’, kan saya belum mengalaminya.. (kalo buaya itu soal lain.. buaya cuma soal 'kemampuan') Hehe.. dan ini bukan sesuatu yang sepele bukan karena masalah sakit hati si istri, tapi saya lebih takut efeknya. Jikalau saya harus melakukan semua yang ada di atas karena istri ngambek.
Bagaimana dengan pendapat anda..?
tememplek by endik kurang luwih jam
10:25 PM,
>
,
dipun link kaliyan postingan menika







